Selamat datang di Website resmi LPM Hayamwuruk

Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Pelantikan Dekan FIB Undip 2015

Selamat atas dilantiknya Dr. Redyanto Noor, M. Hum. (15/01) sebagai Dekan FIB yang baru. Semoga bisa membawa FIB lebih baik.

Workshop Magang Dasar 2015

Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (11/01) sebagai pintu masuk menjadi anggota magang LPM Hayamwuruk.

Proses Penghitungan Suara Pemira FIB Undip 2014

Proses penghitungan suara (30/12) puncak dari serangkaian kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) FIB.

Mahasiswa

Karya Toni Malakian, dalam Majalah LPM Hayamwuruk "Wajah Bias Mahasiswa".

Dari sini cerita dimulai

LPM Hayamwuruk berdiri pada tanggal 16 Maret 1983 dengan nama MUTASI. Tahun 1985 berganti nama Hayamwuruk. Ditulis dirangkai untuk membedakan dengan nama jalan Hayam Wuruk.

Minggu, Maret 29, 2015

Kamis, Januari 15, 2015

Pelantikan Dekan Baru

Surat Undangan Pelantikan Dekan (Doc. Hawe)

Oleh: Ayu Mumpuni dan Fakhrun Nisa

            Masa kepemimpinan baru di Fakultas Ilmu Budaya akan segera dimulai. Dekan terpilih akan menapaki langkahnya sebagai pemimpin fakultas yang baru tahun ini. Kamis, 15 Januari 2015 merupakan hari berakhirnya masa jabatan dekan FIB  periode sebelumnya, Dr. Agus Maladi Irianto, M.A.. Di hari itu pula, pihak universitas  menggelar prosesi pelantikan pejabat-pejabat di lingkungan Universitas Diponegoro, salah satunya adalah pelantikan dekan  dari tiap-tiap fakultas di Undip.
            Rencana pelantikan dekan pada awalnya akan diselenggarakan setelah terpilihnya rektor baru pengganti Prof. Nasir, yang menjadi rektor terpilih pada pemilihan rektor bulan September namun “diculik” dan diangkat sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada kabinet Indonesia Hebat, Jokowi-JK.. Akan tetapi, mengingat kinerja dekan-dekan terpilih yang harus segera diefektifkan, maka pelantikan dekan dan pejabat-pejabat lainnya di lingkungan Undip pun  harus segera dilaksanakan. Usulan ini diputuskan dalam rapat Senat Universitas melalui persetujuan Menteri Ristek dan Dikti .
Saat ditemui pada 12 Januari lalu di ruangan PSA (Pusat Studi Asia) gedung B FIB, Yeti Rochwulaningsih yang menjabat sebagai sekertaris Senat FIB dan anggota Senat Universitas memaparkan bahwa keputusan dilantiknya dekan belum bisa dipastikan. “Jadinya gimana ya kita belum tahu, mudah-mudahan saja apa yang diputuskan Undip itu mendapat persetujuan dari menteri sehingga benar-benar bisa dilaksanakan tanggal 15 januari itu.”
Keputusan untuk melantik para dekan terpilih di tiap fakultas juga tidak diketahui oleh beberapa mahasiswa FIB. Beberapa mahasiswa tersebut hanya mendengar selentingan kabar yang memberitahukan bahwa pertengahan bulan ini akan dilantik dekan terpilih.

            Redyanto Noor, dekan terpilih Fakultas Ilmu Budaya mengaku sudah mendengar rencana pelantikan dirinya pada tanggal tersebut, sejak seminggu yang lalu. “Secara apa ya, lisan itu ya, kita dari mulut ke mulut itu seminggu yang lalu. Tetapi kan itu kan hanya wacana. Saya baru dapat undangan pelantikan hari ini, ya sekarang ini.” Jelasnya saat ditemui (14/01) oleh Tim Hayamwuruk di depan ruang teater FIB Undip sembari membuka dan menunjukkan surat undangan.
           
            Pelantikan dekan yang lebih awal ini menurut Redyanto Noor merupakan sebuah pertimbangan yang diambil untuk menghindari kevakuman di tiap-tiap fakultas karena kosongnya kepemimpinan. Kekosongan jabatan dekan akan  berakibat pula pada penyusunan program kerja tahunan yang dilaksanakan di awal tahun..
            Prosesi pelantikan pada dasarnya bukanlah satu-satunya tahapan yang menjadikan seorang dekan bisa aktif bekerja menjalankan program-program yang telah dirancangnya, akan tetapi surat keputusan pengangkatan yang dikeluarkan menjadi salah satu syarat terpenting yang menjadikan seorang dekan bisa mulai menjalankan program kerjanya. Pak Redy, begitu dekan FIB terpilih sekaligus dosen Sastra Indonesia ini sering disapa mengutarakan, “Yang penting itu surat keputusannya, bukan pelantikannya. Pelantikan kan hanya upacara saja, resepsi saja, seperti menikahi itu yang penting akad nikahnya. Pelantikan, serah terima jabatan, itu kan kapan saja bisa, yang penting kan SK, surat keputusan pengangkatan yang punya kekuatan hukum.”
            Redyanto Noor sebagai salah satu dekan yang akan dilantik tidak mengetahui kapan surat keputusan tersebut dikeluarkan. Dia hanya mengetahui surat tersebut akan diberikan saat prosesi pelantikan, dan baginya surat keputusan itulah yang menjadi pedoman dirinya untuk bekerja menjadi seorang pemimpin di FIB.
Pelantikan Dekan dan pejabat-pejabat di lingkungan Undip akan diselenggarakan di hall gedung Rektorat. Prosesi pelantikan dikabarkan akan dilakukan oleh Prof. Sudharto sebagai rektor yang masa jabatannya telah diperpanjang selama enam bulan ke depan semenjak masa kepemimpinannya habis. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Yeti, “Rektor yang sekarang ini dan nggak masalah, rektor kan sudah diperpanjang masa jabatannya, itu kan termasuk rektor yang aktif ya, bukan yang melaksanakan tugas, bukan. Karena diperpanjang, jadi sisi legalitas hukum sah, tidak cacat hukum. Sah-sah saja.”

Kamis, Januari 08, 2015